7 Jenis Kayu untuk Lantai Paling Awet

Menggunakan unsur alami untuk membangun rumah memang menjadi tantangan tersendiri. Misalnya saja jika Anda ingin membangun rumah tradisional atau menggunakan konsep klasik, maka kayu bisa menjadi bahan yang harus Anda gunakan. Kayu biasanya digunakan untuk beberapa bagian rumah seperti pintu, kusen, dan struktur atap. Beberapa rumah juga dibuat secara khusus dengan bagian dinding yang sepenuhnya dari kayu.

Hanya saja ada salah satu kombinasi yang sangat sempurna untuk beberapa  rumah minimalis sederhana dan mewah seperti bagian lantai rumah. Lantai rumah bisa memberi kesan interior yang sesuai dengan konsep rumah seperti rumah modern, rumah klasik, rumah sederhana dan jenis konsep lain. Lantai dari kayu akan memberi kesan yang lebih sejuk saat cuaca panas. Tapi juga memberi kesan hangat saat cuaca dingin. Jadi memang banyak sekali keunggulan menggunakan rumah dengan lantai kayu. Tapi lantai kayu bisa menjadi bahaya jika menggunakan bahan kayu yang kurang sempurna. Karena itu berikut ini akan kami berikan beberapa jenis kayu untuk lantai paling awet.

1. Jenis Kayu Jati

Jenis Kayu untuk Lantai

Kayu jati adalah salah satu jenis kayu asli Indonesia yang sudah sering digunakan untuk membuat berbagai furniture rumah. Kayu jati terkenal juga dengan lapisan lilin alami yang memiliki rasa pahit dan keras sehingga menjadi jenis kayu yang tidak dimakan rayap. Setiap jenis kayu jati yang akan digunakan untuk bahan lantai bisa dipilih dari tingkat kekerasan kayu.

Semakin tua usia kayu maka akan semakin awet. Kemudian semakin lama proses perendaman kayu jati maka kualitasnya juga semakin unggul. Selain awet ternyata kayu jati bisa menghasilkan warna kayu yang tampak sangat alami. Dibandingkan dengan jenis kayu yang lain, maka model kayu jati memang yang terbaik. Karena itu kayu jati bisa jadi pilihan terbaik untuk lantai.

2. Jenis Kayu Ulin

Jenis Kayu untuk Lantai

Selain kayu jati maka Anda juga bisa menggunakan model kayu ulin. Kayu ulin memiliki sifat yang sangat keras dan sangat sesuai untuk lantai yang berfungsi untuk menahan beban.  Kayu ulin tidak hanya tahan dan keras tapi juga memiliki sifat tetap yang tidak akan terpengaruh oleh cuaca panas dan dingin. Konsistensi kayu menjadi salah satu keunggulan kayu ulin yang sangat disukai para arsitek saat memilih bahan lantai kayu. Sifatnya juga sangat tahan terhadap rayap sehingga bisa menjadi investasi rumah yang sangat menarik. Anda bisa mendapatkan kayu ulin dari dua daerah utama penghasil kayu ulin yaitu Kalimantan dan Sulawesi. Penggunaan lantai kayu ulin juga bisa menjadi cara menyulap rumah biasa menjadi mewah.

3. Jenis Kayu Bengkirai

Jenis Kayu untuk Lantai

Ternyata masih ada lagi jenis kayu yang sangat baik untuk digunakan sebagai lantai. Anda bisa menggunakan lantai dari bahan kayu bengkirai. Mungkin Anda belum pernah mendengar nama kayu ini. Tapi ternyata kayu bengkirai sangat awet dengan tingkat keawetan kelas pertama. Kemudian untuk kekerasan kayu masuk dalam kelas 1 dan 2. Artinya adalah bahwa jenis kayu bengkirai termasuk kayu yang sangat keras, kayu yang bisa digunakan untuk bagian lantai dalam dan luar rumah. Kayu juga memiliki sifat khusus tahan terhadap sinar matahari. Jika dipertimbangkan lagi sebenarnya kualitas kayu bengkirai juga sekelas dengan kayu ulin. Karena itulah kayu bengkirai menjadi salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah terutama untuk lantai kayu.

4. Kayu Merbau

Jenis Kayu untuk Lantai

Nah jenis kayu lain yang juga bisa digunakan untuk membuat lantai kayu adalah kayu merbau. Lantai kayu merbau bisa dipastikan memiliki kualitas yang sangat unggul dan tingkat kekerasan kelas 1 dan 2. Kemudian untuk tingkat keawetan ternyata kayu merbau masuk dalam tingkat 1 dan 2. Kayu ini sangat tahan terhadap rayap dan hewan pengerat kayu lain seperti tikus. Warna dan corak kayu juga sangat alami serta tahan terhadap cuaca panas dan dingin. Kayu merbau biasanya digunakan untuk lantai bagian dalam rumah seperti ruang tamu dan ruang keluarga. Untuk penggunaan lantai dapur memang tidak disarankan karena kayu ini memang sangat mewah. Tapi tidak masalah jika akan menggunakan lantai kayu merbau untuk bagian luar rumah.

5. Jenis Kayu Sonokeling

Jenis Kayu untuk Lantai

Kayu sonokeling adalah jenis kayu yang memiliki warna hitam yang sangat elegan. Karena warna hitam kayu sonokeling yang menawan sering digunakan sebagai bahan perabot seperti lemari, meja tamu, meja makan, dan tempat tidur kayu. Nah untuk tingkat keawetan maka kayu sonokeling masih termasuk dalam peringkat pertama dan kedua. Sementara tingkat kekerasan memang tidak diragukan lagi meskipun masuk dalam golongan ke dua.

Kayu sonokeling akan menunjukkan corak warna yang sangat cantik dan elegan. Tidak semua bagian lantai kayu sonokeling akan tampak hitam legam tapi juga sedikit corak kuning coklat alami. Sehingga jika digunakan untuk ruang tamu pastinya lantai rumah tampak sangat mewah.

7. Kayu Pinus

lantai-kayu-pinus

Kayu pinus bisa menjadi pilihan kayu jika Anda ingin memiliki rumah lantai kayu dengan anggaran yang lebih terbatas. Kayu pinus memang bukan termasuk kayu keras tapi karakter warna dan tingkat keawetan kayu ini memang sangat menarik.

Kayu pinus juga memiliki sifat yang sangat lembut sehingga tampak nyaman untuk kaki Anda. Jadi kayu pinus bisa menjadi alternatif yang cukup menarik sebagai bahan lantai kayu.

6. Kayu Mahoni

Jenis Kayu untuk Lantai

Berikutnya adalah jenis kayu tropis Indonesia yaitu kayu mahoni. Jenis kayu ini biasanya digunakan untuk membuat perabot kayu seperti meja, kursi dan alat musik. Namun ternyata kayu mahoni tidak akan masalah jika digunakan untuk bahan lantai kayu. Kayu memiliki tingkat kekerasan dan keawetan yang sangat baik. Biasanya jenis kayu mahoni akan memiliki corak warna yang sangat khas dan klasik sehingga cocok untuk rumah bergaya tradisional.

Itulah beberapa jenis kayu untuk lantai paling awet. Anda bisa memilih jenis kayu yang awet sesuai dengan karakter warna, corak alami warna kayu dan tentu saja tingkat kekerasan kayu. Perhatikan juga untuk bagian mana lantai kayu tersebut.